Bung! Sempatkan ingat Tuhan, Ingat Jejak Digital juga~

Senin, 23 November 2020

Wadah dan Wayah

Tengah malam begini, sembari menunggu saudari datang membawa makan malam, saya teringat satu hikmah. Saya lupa siapa yg memberi tahu dulu, yg jelas saya tiba2 teringat. Intinya kata dia manusia tidak dapat berlama2 punya masa jaya dalam suatu wadah. Manusia disini kata dia ibarat air yg senantiasa memenuhi wadah yg ia tempati. Ketika masuk ke wadah baru maka manusia akan mengisi wadah itu dari kekosongan. Alamiah senantiasa mengisi wadah itu hingga batasnya tiba. Sembari memperhatikan gelas diatas meja buku, saya membayangkan kalau menikmati tinggal di wadah yg sama utk jangka waktu yg lama adlh sia2, atau sama dgn membuang2 kebermanfaatan untuk mengisi wadah yg lain. Namun artian disini adalh ketika wadah itu sudah terisi penuh, sudah memberi jejak yang bermanfaat, sehingga sudah _wayahnya_ menuju wadah yg lain yg menunggu utk diberi manfaat. Lantas _overthinking_ menyapa saya utk mencari wadah baru itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari berdialog