Saya memutar kembali ingatan, kalau dikatakan mempunyai kartu anggota, saya baru menjadi muhammadiyah tahun 2017. Kalau berdasar rekam fiqih saya menjadi muhammadiyah kelas 1 tsanawiyah, ketika saya mengubah niat sholat dari "nawaitu" menjadi "bismillah" ala2 tarjih. Kalau dikatakan karena keluarga saya muhammadiyah, sebenarnya keluarga inti saya tidak ada yg menjadi kepengurusan Muhammadiyah. Saat menulis ini, saya bertanya2 kembali apa sebab saya menjadi muhammadiyah, dan saya tidak bertemu jawaban yg pasti.
Saya berefleksi, jika menjadi muhammadiyah adalah ketika menjadi kader ideologis, jujur banyak tindak-tanduk saya yg tidak muhammadiyah.
Bahkan sampai pada kesimpulan: "Jangan2 saya memang belum menjadi muhammadiyah?"
Jika begitu, karena belum menjadi muhammadiyah,
saya hanya ingin mengabdi pada muhammadiyah saja. Pengabdian itu dgn menghidupi muhammadiyah dari diri sendiri kemudian pada ortom. Setidaknya alasan yg bisa dibuat2 agar dicap menjadi muhammadiyah adalah karena unsur pengabdian itu.Dan saya bersaksi tekad pengabdian itu saya temukan dari pengabdian Muhammadiyah. Betapa luar biasa pengabdiannya untuk agama dan kemanusiaan. #TerimaKasihMuhammadiyah #Milad108
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berdialog