mengapa kau ciptakan nafsu
jika semua itu menipu
mengapa kau berikan nafsu
jika berakhir kelabu
muslihat, mengacaukan segalanya
bagai kutu di kulit binatang
merubah madu menjadi maja
merubah bunga menjadi duri
ku belindung hanya padamu
Bung! Sempatkan ingat Tuhan, Ingat Jejak Digital juga~
Selasa, 25 Oktober 2016
Lihat !?
lihat dahulu siapa dirimu
sebelum kehendak akan kau lakukan
tak perlu capek capek berpeluh
karena berguna saja kau tak tahu
maka lihat dulu siapa dirimu
akan dianggap atau tidak
atau lihat saja dirimu
akan mampu atau tidak
karena orang melihatmu sebelumnya
tunjukan dirimu mampu
terlihat saja sudah cukup
karena pandangan itu menipu
sebelum kehendak akan kau lakukan
tak perlu capek capek berpeluh
karena berguna saja kau tak tahu
maka lihat dulu siapa dirimu
akan dianggap atau tidak
atau lihat saja dirimu
akan mampu atau tidak
karena orang melihatmu sebelumnya
tunjukan dirimu mampu
terlihat saja sudah cukup
karena pandangan itu menipu
Kamis, 13 Oktober 2016
Jika tertutuplah jalan
sadarkah kita di saat satu-satunya harapan menjadi sirna
sadarkah kita jika yang sirna itu bukanlah satu-satunya jalan
lihatlah si bayi dalam rahim
ia makan hanya dengan satu jalur dari pusar yang mengalirkan darah yang amis rasanya
ketika ia lahir, menangislah ia saat itu ia tak tahu dari manakah ia akan makan
karena tali pusar itu kini sudah tak lagi tersambung
saat itulah ia berpasrah dalam kondisi itu ia tak tahu apa yang harus dilakukan
tapi saat itu datanglah jalan yang lebih baik
si bayi dikaruniai kemampuan tuk merasakan yang lebih enak sebagai makanannya
air susu dari ibunya
hingga beberapa bulan ia meninggalkan rahim dan merasakan air susu
ia dikaruniai lagi tuk merasakan dari dua jenis makanan dan minuman
yaitu tumbuhan dan hewan juga air putih dan air yang berasa.
itulah ketidak tahuan kita saat kita merasakan hal yang tak diketahui jalan keluar
pastilah pernah terucap kata-kata keluhan
pernah terucap pula kata menyalahkan
siapa yang kita salahkan?
.
padahal tertutup satu jalan terbukalah beribu jalan.
sadarkah kita jika yang sirna itu bukanlah satu-satunya jalan
lihatlah si bayi dalam rahim
ia makan hanya dengan satu jalur dari pusar yang mengalirkan darah yang amis rasanya
ketika ia lahir, menangislah ia saat itu ia tak tahu dari manakah ia akan makan
karena tali pusar itu kini sudah tak lagi tersambung
saat itulah ia berpasrah dalam kondisi itu ia tak tahu apa yang harus dilakukan
tapi saat itu datanglah jalan yang lebih baik
si bayi dikaruniai kemampuan tuk merasakan yang lebih enak sebagai makanannya
air susu dari ibunya
hingga beberapa bulan ia meninggalkan rahim dan merasakan air susu
ia dikaruniai lagi tuk merasakan dari dua jenis makanan dan minuman
yaitu tumbuhan dan hewan juga air putih dan air yang berasa.
itulah ketidak tahuan kita saat kita merasakan hal yang tak diketahui jalan keluar
pastilah pernah terucap kata-kata keluhan
pernah terucap pula kata menyalahkan
siapa yang kita salahkan?
.
padahal tertutup satu jalan terbukalah beribu jalan.
Langganan:
Postingan (Atom)