Bung! Sempatkan ingat Tuhan, Ingat Jejak Digital juga~

Jumat, 21 Januari 2022

Sampai kapan anda disini?

Halo Quarter Life Crisis, saya masih ndak percaya anda benar adanya. Sampai kapan anda mau menemani sarjana muda ini?

***

Ada dua hal yang menurut saya harus diseriusi selain bakti pada orang tua. Pertama karir, kedua jodoh. Meramu keduanya dengan baik, akan menghasilkan kebaikan pada sisa hidup saya. Untuk itu saya mau cukup serius dalam hal itu. Bahkan dengan kualitas ibadah saya  yang sedang buruk saat ini, saya harap kedua itu menjadi variabel yang membuat saya baik soal akhirat.

Serius, terlalu serius tampaknya untuk pemuda yang aslinya cengengesan ini.

Saking seriusnya, keseriusan itu berubah menjadi canda. Akhirnya dalam canda itu saya tidak betul-betul jelas untuk meramu karir, terlalu banyak pilihan, pilin-plan, takut ambil risiko, memikir gengsi dan bercandaan lainnya.

Aduh, pun dalam hal jodoh. 

***

Saya tidak tahu siapa yang sesekali iseng membaca tulisan-tulisan saya dalam blog pribadi ini.  Barangkali pembaca, jika seumuran dengan saya juga mengalami QLC.

Sebenarnya saya juga bingung; Bagaimana merespon kondisi ini, mungkin anda juga? apalagi kalau anda tersandera ekspektasi diri sendiri (ingin ini/itu) atau ekspektasi orang lain (memandang anda panutan, misal). Sehingga dalam QLC kita tetap ingin sok keren, tetap ingin tampak gagah dengan mimpi-mimpi, gengsi pada nasib yang sebenarnya merana.

Pernah saya tuliskan di tembok putih kamar saya, pakai spidol hitam tebal, "teruslah berporses, tidak semua bunga mekar bersamaan." 

Saya masih menanti sembari bertanya bagaimana bunga ini akan mekar nantinya, pupuk apa yang harus saya cari, serangga jenis apa yang bisa mempercepat penyerbukan.

Sembari saya selesaikan hal-hal penting di depan mata.