Bung! Sempatkan ingat Tuhan, Ingat Jejak Digital juga~

Senin, 23 November 2020

Antara Sang Surya dan Yalal Wathan

https://www.ashrambangsanews.com/2020/09/saya-hanya-ingin-ikut-ikutan-untuk.html
Tulisan yg keren dari seorang yg tidak  saya kenal
Izin ikut menanggapi, literasi dinikmati dengan literasi
***

Saat menyanyikan Yalal Wathan bersama di dalam MP tahun 2017 saya hanya komat-kamit saja. Asli, baru dengar lagu itu saat PBAK. Tapi syukur, alunan syairnya menggebu, lirik kebangsaannya dapat, saya sampai hafal dan sering menyanyikannya sekarang. Sebenarnya saya berstreotype yg sama seperti Maba yg dimaksud di tulisan itu (tapi bukan untuk ideologisasi terselubung loh ya), mungkin karena saya MM dan yg fasih melantangkan lagu itu -menurut saya- rekan2 dari NU. Saya jadi teringat saat Makrab kelas dua bulan setelah jadi Mahasiswa UIN, ketika setelah rekan2 kelas menyanyikan lagu Yalal Wathan, saya bersama beberapa kawan melingkar sendiri menyanyikan Sang Surya. Ngapain itu lo~

Semakin kesini saya sadar, kalau lagu Sang Surya ya seharusnya tidak ditarungkan dengan Yalal Wathan. Termasuk kritik saya atas diri saya dulu dan saran seorang sahabat Solekhan yg dikutip tulisan status sebelum ini. Saran yang bodoh menurut saya ketika menyarankan lagu Sang Surya diputar saat PBAK agar fair. Mbok ya kalau saran jangan segitunya :( , inkonsisten kalau menekankan Yalal Wathan lagu kebangsaan sementara saranin nyanyiin lagu ormas, tidak apple to apple toh Mass. Harusnya saranin aja Muhammadiyah juga create lagu kebangsaan yang semenggelegar Yalal Wathan. Lumayan kan koleksi lagu kebangsaan tambah banyak. Kalau pas PBAK diputer juga anak UIN jadi indonesia banget wqwq. Terima kasih sudah menyimak status unfaedah ini. Hubbul Wathan Minal Iman!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari berdialog