baru kusadari suatu yang berlalu
terpatri dalam hati aku tak ragu
keharmonisan masa lalu
ku ingat dari sebuah lagu
lagu yang kalian nyanyikan dengan merdu
membuat pikiranku yang berdebu
menjadi semakin kelabu.
teringat semua memori masa lalu
bersama kalian teman kecilku
sayang sekali semua telah berlalu
tersapu oleh pikiran-pikiran baru
teman-teman seru
dan pengalaman senang atau haru.
kini tersadar dalam jiwaku
bahwa hal-hal yang baru akan berlalu
mungkin keluargaku, sekolahku,
kampung halamanku
besok tidak lagi aku bertemu
oh tuhan. ingin ku ulangi selalu
mungkin suatu saat di surgamu.
Bung! Sempatkan ingat Tuhan, Ingat Jejak Digital juga~
Senin, 28 Maret 2016
Manusia dalam Kehinaan
Begitu Hinakah kita sebagai manusia
di cintai begitu tulus tapi tak merasa apa-apa
mungkin jika mencintainya hanya mengharap surganya
adakah bedanya dengan seorang yang mencintaimu
tapi hanya berharap mobil mewahmu.
aku dan kamu yang membaca ini
selalu dalam penglihatannya,
selalu dalam cintannya.
berapa banyak hidayah yang telah ia beri?
oh bodohnya diri kita.
Selasa, 01 Maret 2016
Bismillah ku tulis dengan hati
malam saat aku mengetik catatan ini bukan malam yang biasa-biasa.
malam ini aku berusaha menghidupkan hati yang telah mati .
malam ini juga aku ingin membawa perasaan dalam mengetik mesti susah kurasakan.
setelah berpikir 16 tahun hidup sudah kulalui, perkembangan bagaikan gelombang kulewati.
aku tak ingin diriku berakhir dengan masa depan yang monoton, hidup serba santai dan tak punya gairah mencari kebajikan.
aku ingin hidup agamis dengan bertasawuf modern ala buya hamka, hidup menjadi pemimpin disegani di dunia dan di akhirat.
sudah hidup belasan tahun kali ini kembali kujadikan pijakan pertama dari hari kelahiranku ini sebagai awal dari sebuah resolusi besar.
resolusi yang sudah dan harus selalu di iringi do'a, resolusi yang harus pasti di buktikan dengan tindakan.
perubahan selalu saja terjadi namun tak boleh ku biarkan perubahan ini di permainkan oleh nafsu, ku tantang kau nafsu. siapa yang akan menang, akan aku pegang janji resolusiku ini.
malam ini aku berusaha menghidupkan hati yang telah mati .
malam ini juga aku ingin membawa perasaan dalam mengetik mesti susah kurasakan.
setelah berpikir 16 tahun hidup sudah kulalui, perkembangan bagaikan gelombang kulewati.
aku tak ingin diriku berakhir dengan masa depan yang monoton, hidup serba santai dan tak punya gairah mencari kebajikan.
aku ingin hidup agamis dengan bertasawuf modern ala buya hamka, hidup menjadi pemimpin disegani di dunia dan di akhirat.
sudah hidup belasan tahun kali ini kembali kujadikan pijakan pertama dari hari kelahiranku ini sebagai awal dari sebuah resolusi besar.
resolusi yang sudah dan harus selalu di iringi do'a, resolusi yang harus pasti di buktikan dengan tindakan.
perubahan selalu saja terjadi namun tak boleh ku biarkan perubahan ini di permainkan oleh nafsu, ku tantang kau nafsu. siapa yang akan menang, akan aku pegang janji resolusiku ini.
MENJADI BAIK
Langganan:
Postingan (Atom)