Mereka berkabung,
setelah tahu apa yang mereka tak tahu.
Bukan lagi menetes, air matanya habis.
Sudah tahu pertanda apa?
Semua makhluk habis disumpahserapahi.
Terkutuk rasa tahu, menyedihkan sekali.
Lisan mereka berucap tiap malam:
"Jadikan aku lupa, kembalikan bodohku."
Begitu terus-menerus.
Mereka tahu, kemudian tak berbuat.
Merke yang mengerti, tapi "sok" lupa pada yang Diatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berdialog