Mereka berkabung, setelah tahu apa yang mereka tak tahu. Bukan lagi menetes, air matanya habis. Sedih yang bukan biasanya. Sampai-sampai tidak tahu akan menyalahkan siapa lagi. Mereka terkutuk rasa tahu. Do'a mereka tiap malam: jadikan aku lupa, kembalikan bodohku. Begitu terus-menerus. Mereka tahu, kemudian tak berbuat. Mereka yang mengerti tetapi 'sok' lupa; pada yang Diatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berdialog