di cintai begitu tulus tapi tak merasa apa-apa
mungkin jika mencintainya hanya mengharap surganya
adakah bedanya dengan seorang yang mencintaimu
tapi hanya berharap mobil mewahmu.
aku dan kamu yang membaca ini
selalu dalam penglihatannya,
selalu dalam cintannya.
berapa banyak hidayah yang telah ia beri?
oh bodohnya diri kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mari berdialog