Bung! Sempatkan ingat Tuhan, Ingat Jejak Digital juga~

Kamis, 04 Juni 2015

KAKEK

(cucu dan cicit bersama sang kakek)
Kisah ini bermula Ketika libur Ramadhan 1435 Hiriyah Tepatnya tahun 2015.Keluargaku Memutuskan Untuk Mengunjungi Rumah Kakekku di Flores.

   Setelah 9 tahun kami sekeluarga pun mengunjungi rumah Kakek .Kami pun berangkat dari kota kupang menuju flores H-3 Lebaran.Keberangkatan kami di rencanakan dengan matang oleh ayahku dan saat itu juga bukan hanya kami yang mengunjungi rumah kakekku tapi begitu pun seluruh anak,cucu,bahkan cicit dari kakekku.

   Dari Kupang kami berangkat dengan menggunakan pesawat terbang berjenis Fokker Transnusa dari bandara Eltari kami landing di Bandara Haji Araboesman Ende Flores .setibanya di sana kami masih harus menggunakan mobil hingga rumah kakekku perjalanan sekitar 3 jam.

    Setiba di Rumah kakek kami di hadapkan dengan suasana sedih saat itu kakekku sedang tidak sadar "kumat" Kata Bibiku , Kakekku tiba2 sakit. memang sering seperti itu tapi ini merupakan perjumpaan yang menyedihkan.

sunset di depan rumah kakek

pemandangan di rumah kakek

   Tapi beberapa saat kemudian kakekku kembali sadar diri Alhamdulillah.Kakekku mengalami gangguan pendengaran tapi saat ada anak kecil yang berbicara padanya ia mampu tuk mendengar ,di karenakan kakekku menyukai anak anak .

   Hari2 di kampung ku jalani dengan baik tiap hari aku bersama saudara2ku bermain di pantai yang tepat terletak di depan rumah begitu juga hari2 seterusnya .

   Hingga Lebaran tiba kakekku hanya terbaring di Kasur Tidak Bisa Kemana mana setelah shalat id, semua warga kampung menuju ke rumah kakekku dan menyalaminya ( sungkem), itu adalah pemandangan yang membuat banyak orang di situ menangis terharu (warga kampungku masih terikat silsilah keluarga) nangis dan sedih memenuhi rumah kakekku , Sang kakek yang dulu kuat yang Menjadi Imam , kepala adat dan kepala desa di kampungnya kini sudah tak berdaya.

   tiap hari kakekku selalu di temani oleh anak dan cucunya dan mengobrol ngobrol tentang masa lalunya walaupun hanya satu dua yang kakekku ingat tapi cerita itu menarik. Setelah Lebaran satu persatu anak dari kakekku mulai kembali ke kotanya untuk bekerja dan yang tersisa hanya Kami sekeluarga dan 2 orang Paman dan bibikku.

 Tepat 3 Hari setelah lebaran Kami Sekeluarga Kembali ke Kupang , tapi sebelum itu ibuku memijit dan membersihkan kakekku . kakekku sering berkata "Jangan Dulu" nggak tahu ngomong sama siapa tapi saat ibuku memijit kakekku untuk terakhir kalinya sebelum kami pulang kakekku kembali berkata seperti itu, kami pun pamit satu persatu yang kami katakan bukan pulang ke kupang tapi kami berkata izin mau main ke pantai.

  Kami pun tiba di kupang dengan naik pesawat jam 4sore . 1 Hari di rumah (kupang) kami jalani dengan santai. esoknya  Tepat sore Hari ba'da ashar ayahku sedang mengantarkan pemakaman jenazah, saat itu di rumahku sedang ada sepupuku dengan suaminya dan saat itu juga di rumahku sedang masak''.

  SMS dari bibiku yang di kampung menggetarkan HP ibuku saat di baca .''Innalillahi wa inna ilaihi...." Kakek ooh baru sehari kami pergi kamu sudah di jemput oleh Malaikat.kenapa tak saat kami ada disana . Ayahku pun tiba dari mengantarkan jenazah dengan wajah lesu Ayahku mengumpulkan kami di ruang tamu bersama sepupuku Memutuskan siapa yang akan ikut Orang tuaku kembali ke rumah kakek . Awalnya Hanya ibu ayahku dan adik bungsuku, tapii kami sepakat sekeluarga ikut kembali ke kampung awalnya sepupuku ingin ikut tapi karena kondisinya yang tidak sesuai(hamil) ia tidak di perbolehkan oleh ayahku.

Setibanya kembali di kampung hanya tangisan yang memenuhi rumah kakekku . ku sentuh dan kucium pipi kakekku rasanya sedingin Es.

"Kejadian ini mengajarkanku tentang kehidupan yang sebenarnya , kehidupan yang selalu berotasi dari titik awal ke titik yang sama . perumpamaan Buah kelapa yang tua pasti akan jatuh ke bawah tanah tapi ada juga buah yang masih muda yang jatuh juga ke tanah".

Kakek Semoga Khusnul Khotimah Doa kami menyertaimu di Alam sana.
Alhamdulillah kakek meninggal tdak membebani anak anaknya tidak meninggalkan harta warisan yang bisa memecah belah dan ya saat itu saat kakek meninggal di rumahku di Kupang sudah terdapat banyak kue dan saat itu tepat ada sepupuku di rumah , dan malamnya langsung kami adakan Malam Pertama. Alhamdulillah

 

1 komentar:

  1. إنا لله و إنا إليه راجعون.
    كل نفس ذائقة الموت.
    Suatu hari kelak kita akan bersua dengan mereka berempat kakek dan nenek di alor dan kakek nenek di flores.amal pahala yang akan mempertemukan kita tanpa sekat. Dalam kenikmatan abadi yang telah dijanjikan.tetapi akan ada sekat yang panas membara bila tidak ada amal dan pahala kita.
    ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في اﻷخرة حسنة و قنا عذاب النار.و اجمع بيننا و بينهم بالخيرات. إنك مجيب الدعوات

    BalasHapus

Mari berdialog